Ini Hukum Foto Prewedding Sebelum Menikah

Diposting pada

Bacalagi – Acara pernikahan banyak dinanti oleh setiap pasangan guna melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Oleh karena itu, calon pengantin sibuk mempersiapkan beberapa hal guna memeriahkan acaranya. Salah satunya dengan foto prawedding

Terdapat salah satu “ritual” yang saat ini sudah menjadi trend di kalangan pemuda-pemudi sebelum mereka melakukan pernikahan, yakni foto prewedding.

Loading...

Pelaksaan foto pre-wedding sudah menjadi tren dan tak jarang umat islam pun mengikuti tren ini. Berpegangan tangan dan berpelukan seolah menjadi hal wajar pada sesi foto prewedding.

Lalu bagaimana islam menyikapi hal tersebut?

Dalam islam, foto prewedding jelas dilarang karena dilakukan sebelum akad nikah, yang berarti kedua calon pengantin belum menjadi pasangan yang halal untuk melakukan hal-hal seperti saling melihat, saling menatap atau saling bersentuhan.

Beberapa foto prewedding yang dilakukan oleh saat ini bahkan seringkali menampakkan keintiman yang sudah jelas diharamkan untuk kedua calon pengantin, karena saling melihat, menatap dan bersentuhan adalah perbuatan-perbuatan yang mendekati zina.

Kita juga tahu bahwa segala perantara yang mendekati zina itu dilarang oleh Allah. Ini tersurat dalam QS: Alisra ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.

Meskipun dalam proses foto prewed tersebut calon mempelai wanita menggunakan hijab, namun tetaplah Islam tidak memperbolehkan bercampurnya laki-laki dan perempuan dengan tujuan tertentu tanpa adanya batas yang memisahkan mereka.

Dari ‘Umar bin Al-Khattab, ia berkhutbah di hadapan muslim di Jabiyah, dengan membawakan hadits Nabi berikut:

لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

“Janganlah salah seorang di antara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahram-nya) karena setan adalah orang ketiganya, Maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.”.

Seorang laki-laki dan perempuan sudah dapat dikatakan sebagai pasangan yang halal ketika kata-kata akad dalam pernikahan mereka sudah selesai diucapkan.

Sayangnya, masih banyak umat islam yang belum mengerti sepenuhnya mengenai hal tersebut, dan tetap mengadakan sesi foto prewedding dalam pernikahan mereka. Padahal pose yang diarahkan dalam proses prewed kebanyakan menunjukkan keromantisan sebuah pasangan.

Jarak yang minim antar keduanya membuat kulit bersentuhan dengan sangat sengaja. Mereka akan menikah, bukan telah menikah. Berdasar hukum, suami istri akan halal jika ia sudah menikah. Bukan akan menikah. Sehingga jelas foro prewedding tidak diperbolehkan.

Ancaman yang cukup berat disebut dalam hadits sebagai berikut:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.”

Pakar tafsir Alquran Prof Dr. Quraish Shihab, sedikit memaparkan pembelajaran perihal ini dalam tayangan “Tafsir Al-Misbah” di sebuah stasiun TV.

Menurutnya walaupun seseorang tersebut akan menikah, seyogyanya mereka harus memperhatikan aturan dalam Islam.

Terlebih bagi sang fotografer seharusnya tidak mengarahkan pada pose saling peluk memeluk, mungkin bisa megarahkan hanya duduk-duduk yang disaksikan orang lain. Dengan begitu mereka lebih menjaga dan tidak menyalahi aturan.

Allahu A’lam

sumber : bincangsyariah.com

Loading...